• November 28, 2020

Jurnal Info Kesehatan

Marni Tangkelangi, S.KM.,M.Kes

Jurnal Info Kesehatan
Vol 15, No.2, Desember 2017, pp. 367-379
P-ISSN 0216-504X, E-ISSN 2620-536X
Journal homepage: http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/infokes
Kidney Injury Molecule-1 (Kim-1) as Early Biomarker of Diabetic
Nephropathy in Diabetes Mellitus Type 2 Patients
Kidney Injury Molecule-1 (Kim-1) Sebagai Biomarker Dini Nefropati
Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Marni Tangkelangi
Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Kupang
Email: marnitangkelangi@poltekkeskupang.ac.id

ARTICLE INFO: ABSTARCT/ABSTRAK 

Keywords: KIM-1 Diabetic nephropathy Albuminuria Diabetic nephropathy is a chronic complication of type 2 diabetes mellitus (DM). To prevent the onset or progression of nephropathy, a biomarker is needed that can detect kidney problems at an early stage. This study aims to determine differences in urine KIM-1 levels and correlation of levels of KIM-1 with albuminuria in patients with Non-Nephropathy DM, Insipien Nephropathy and Diabetic Nephropathy and the role of KIM-1 as an early biomarker of Diabetic Nephropathy. This research was conducted at Dr. Wahidin Sudirohusodo and his networking hospital. This study used a cross sectional design with the number of type 2 DM patients as many as 78 people who met the inclusion criteria. The results showed that KIM-1 levels in patients with Non-Nephropathy DM (albuminuria [uALB] <20 mg/L), Ineffective Nephropathy (uALB 20-300 mg / L) and Diabetic Nephropathy (uALB> 300 mg/L) respectively is 0.862 ± 0.246 ng / mL, 2.409 ± 0.816 ng/mL and 3.503 ± 0.370 ng / mL. There were differences in mean KIM-1 levels between Non Nephropathy and Nephropathy Insipid (sig = 0.000 p <0.05), Non Nephropathy and Diabetic Nephropathy (sig = 0.000 p <0.05), Insipid Nephropathy and Diabetic Nephropathy (sig = 0.000 p <0.05) Correlation between KIM-1 level with albuminuria concentration in patients with Non Nephropathy DM (r = 0.948; sig <0.05), Nephropathy Insipien (r = 0.969; sig <0.05) and Diabetic Nephropathy (r = 0.911; sig <0.05). There are levels of KIM-1 that exceed the normal limit (> 0.837 ng / mL) in patients with non-nephropathy DM (normoalbuminuria) so that KIM-1 can be considered as an early biomarker of diabetic nephropathy. Kata Kunci: KIM-1 Nefropati Diabetik Albuminuria Nefropati Diabetik merupakan komplikasi kronis dari Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Untuk mencegah timbulnya atau progresi nefropati maka dibutuhkan biomarker yang dapat mendeteksi adanya gangguan ginjal pada tahap dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar KIM-1 urin dan korelasi kadar KIM-1 dengan albuminuria pada pasien DM Non Nefropati, Insipien Nefropati dan Nefropati Diabetik serta peran KIM-1 sebagai biomarker dini Nefropati 368 Diabetik. Penelitian ini dilakukan di Rmah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudirohusodo dan rumah sakit jejaringnya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah pasien DM tipe 2 sebanyak 78 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar KIM-1 pada pasien DM Non Nefropati (albuminuria [uALB] <20 mg/L), Insipien Nefropati (uALB 20-300 mg/L) dan Nefropati Diabetik (uALB >300 mg/L) berturut-turut adalah 0.862±0.246 ng/mL, 2.409±0.816 ng/mL dan 3.503±0.370 ng/mL. Terdapat perbedaan rerata kadar KIM-1 antara DM Non Nefropati dan Insipien Nefropati (sig=0.000 p<0.05), DM Non Nefropati dan Nefropati Diabetik (sig=0.000 p<0.05), Insipien Nefropati dan Nefropati Diabetik (sig=0.000 p<0.05). Korelasi antara kadar KIM-1 dengan konsentrasi albuminuria pada pasien DM Non Nefropati (r= 0.948; sig<0.05), Insipien Nefropati (r= 0.969; sig<0.05) dan Nefropati Diabetik (r= 0.911; sig<0.05). Terdapat kadar KIM-1 yang melewati batas normal (>0.837 ng/mL) pada pasien DM Non Nefropati (normoalbuminuria) sehingga KIM-1 dapat dipertimbangkan sebagai biomarker dini Nefropati Diabetik.

 

Supriati Wila Djami, SST., 

N Terminal-Pro Brain Natriuretic Peptide (Nt–ProBNP) Pada Penderita Hipertensi Derajat 1 Dan Derajat 2

Supriati Wila Djami Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Kupang

Email: riatiputri85@gmail.com 

Mansyur Arif; Uleng Bahrun Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar 

Email: mansyur_arief@yahoo.com; ulengbahrun68@gmail.com 

 

                                                                                        Abstrak 

Peningkatan kadar N Terminal-pro Brain Natriuretic Peptide (NT-proBNP) secara independen terkait dengan peningkatan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar NT-proBNP serum dan hubungan kadar NT-proBNP pada penderita Hipertensi Derajat 1 dan Derajat 2. Penelitian ini dilakukan di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo pada bulan Agustus -September 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah pasien Hipertensi sebanyak 72 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Kadar NT-proBNP diukur dengan menggunakan metoda ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay). Data yang terkumpul diolah dengan uji beda Mann Whithney, Spearman’s rho.Hasil penelitian menunjukan kadar NT-proBNP pada penderita hipertensi
derajat 2 (172.85+316.26) lebih tinggi dan berbeda bermakna (p=<0,001) dibandingkan hipertensi derajat 1 (34.98+28.99). Kadar NT-proBNP lebih tinggi pada kelompok penderita hipertensi >6 tahun (247.83+361.01) dibandingkan kelompok penderita hipertensi <6 tahun (62.79+164.66), secara statistik ada perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok tersebut (p=0,010). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungaan yang bermakna kadar NTproBNP pada penderita hipertensi derajat 1 dan derajat 2 (p=0.862) walaupun menunjukan hasil berbeda bermakna.

Kata Kunci: NT-proBNP, Hipertensi, Derajat Hipertensi, Lama Hipertensi

 

http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/infokes/article/download/232/187